Dasar Teori
Elektrolisis
adalah peristiwa peruraian elektrolit oleh arus listrik searah. Pada
sel elektrolisis terjadi perubahan energi listrik menjadi reaksi kimia.
Elektrolisis merupakan beberapa larutan elektrolit yang dapat
menghasilkan gas atau endapan. Proses elektrolisis banyak digunakan
untuk penyepuhan, pembuatan logam tertentu, pemurnian logam, dan
pembuatan gas H2, O2, dan Cl2.
Anoda adalah elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus positif ( + ).
Katoda adalah elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik negatif ( - ).
Reaksi di anoda, tergantung pada jenis anoda dan anion.
Reaksi di katoda, tergantung pada jenis kation.
Tujuan

Alat dan Bahan :













Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan terutama rangkaian seri dengan besar sumber listriknya 6 volt.
2. Masukkan larutan KI ke dalam tabung U sampai 1,5 cm dari mulut tabung.
3. Gantungkan tabung U pada statip. Kemudian, Celupkan kedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung u dan hubungkan elektroda itu dengan sumber arus searah 6 v.
4. Lakukan kegiatan 2, namun elektroda di rubah menjadi :
a. Lempeng seng
b. Lempeng aluminium
c. Lempeng tembaga
5. Lakukan kegitan 2, 3, dan 4 pada larutan lainnya yaitu Na2SO4 dan CuSO4.
6. Catat perubahan yang terjadi pada tiap-tiap elektroda
Hasil Pengamatan
No.
|
Rangkaian Sel
|
Pengamatan
|
1.
|
Elektolisis larutan Na2SO4 dengan elektroda grafit (Seng, aluminium, tembaga, karbon)
|
Reaksi
a. Anode : 2H2O(l) àO2(g) + 4H+(aq) + 4e-
b. Katode :
2H2O(l) + 2e- à H2(g) + 2OH-(aq)
c. Reaksi sel :
6H2O(l) à 2 H2(g) + O2(g) + 4H+(aq) + 4OH-(aq)
|
Elektroda seng :
Katode
terjadi : gelembung gas sangant banyak awalnya hanya di sekitar
elektrode namun semakin lama semakin menyeluruh (merata ke seluruh
bagian larutan) bahkan muncul asap seperti mendidih.
Anode terjadi : tidak bergelembung (tidak ada perubahan)
Elektrode tembaga :
Katode terjadi : gelembung gas banyak di sekitar elektrode hingga tampak berasap atau mendidih.
Anode
terjadi : (a). gelembung sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada di
sekitar elektrode. (b). Pada ujung alumiun muncur warna kuning yang
sedikit menyebar disekitar elektrode.
| ||
2.
|
Elektrolisis larutan KI dengan elektroda grafit
|
Reaksi
a. Anode : 2 I- + 2e- → I2
b. Katode : 2 H2O + 2 e- → 2 OH- + H2
c. Reaksi sel : 2 H2O → I2 + 2 OH- + H2
|
Elektroda seng :
Katode
terjadi : gelembung gas sangat banyak awalnya hanya di sekitar
elektrode namun semakin lama semakin menyeluruh (merata ke seluruh
bagian larutan) bahkan muncul asap seperti mendidih.
Anode
terjadi : perubahan warna pada seng terlihat sedikit kehitaman dan
terbentuk endapat putih yang menyebar pada larutan KI.
Elektrode karbon :
Katode terjadi : gelembung sangat sedikit disekitar elketroda.
Anode
terjadi : (a). gelembung sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada di
sekitar elketrode. (b). Pada ujung tembaga berwarna hitam.
Elektroda aluminium :
Katode terjadi : gelembung banyak disekitar elektroda, berasap seperti mendidih, dan warna berubah menjadi hitam.
Anode terjadi : perubahan warna menjadi kuning.
| ||
3.
|
Elektolisis larutan CuSO4 dengan elektroda grafit (Seng, aluminium, tembaga, karbon)
|
Reaksi
a. Katode: 2Cu2+ + 2e-→ Cu2
b. Anode: 2 H2O → 4H+ + O2 + 4 e-
c. Reaksi sel : 2Cu 2+ + 2H2O à 4H+ + 2Cu + O2
|
Elektroda seng :
Katode
terjadi : gelembung gas banyak disekitar eletrode dan pada lengkungan
tabung U terjadi endapan berwarna cokelat kemerah-merahan hampir ke
hitam pada ujung elektrode.
Anode
terjadi : gelembung gas lebih banyak dari di katode pada ujung
lektrode dan lengkungan tabung U dan terdapat endapan berwarna cokelat
kemerah-merahan hampir ke hitam pada ujung elektrode yang lebih
banyak daripada di katode.
Elektrode karbon :
Katode terjadi : gelembung sedikit pada ujung elektrode dan lengkungan tabung U dan tidak ada endapan.
Anode terjadi : (a). gelembung banyak pada ujung elektrode dan lengkungan tabung U dan tiadk terbentuk endapan.
Elektroda aluminium :
Katode terjadi : gelembung tidak terlalu banyak (sedang) dan terbentuk endapan sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada.
Anode terjadi : gelembung banyak pada ujung elektrode dan terbentuk endapan yang sangat sedikit.
Elektrode tembaga :
Katode terjadi : terdapat banyak gelembung dan perubahan warna yang lebih lambat dariapada dianaode.
Anode terjadi : perubahan warna lebih ceoat daripada dikatode dan gelung gas hanya sedikit.
|
Kesimpulan
1. Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda (reduksi) dan reaksi anoda (oksidasi).
2. Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektrolisis larutan elektrolit dan elektrolisis leburan elektrolit.
3. Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektroda inert dan elektroda selain inert.
sumber : http://airuma-airuma.blogspot.com/2012/03/percobaan-elektrokimia-sel-elektrolisis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar