gabung yuk!!!

Tabloid PULSA

Senin, 04 Maret 2013

Percobaan Elektrokimia (Sel Elektrolisis)

Dasar Teori

Elektrolisis adalah peristiwa peruraian elektrolit oleh arus listrik searah. Pada sel elektrolisis terjadi perubahan energi listrik menjadi reaksi kimia. Elektrolisis merupakan beberapa larutan elektrolit yang dapat menghasilkan gas atau endapan. Proses elektrolisis banyak digunakan untuk penyepuhan, pembuatan logam tertentu, pemurnian logam, dan pembuatan gas H2, O2, dan Cl2.

Anoda adalah elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus positif ( + ).

Katoda adalah elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik negatif ( - ).


Reaksi di anoda, tergantung pada jenis anoda dan anion.

Reaksi di katoda, tergantung pada jenis kation. 



Tujuan

*             Mengetahui reaksi yang akan terjadi jika dilakukan lektrolisis terhadap larutan Na2SO4, CuSO4, dan KI jika digunakan elektode inert (karbon), dsb.

Alat dan Bahan :

*             Alat

*      Tabung U

*      Kabel

*      Sumber arus listrik searah 6 Volt

*      Lempengan seng, aluminium, dan tembaga

*      Pipe tetes

*      Plat tetes

*      Statip

*      Gunting



*        Bahan

*      Larutan CuSO4 0,5 M

*      Larutan KI 0,5 M

*      Larutan Na2SO4 0,5 M



Cara Kerja

1.      Menyiapkan alat dan bahan terutama rangkaian seri dengan besar sumber listriknya 6 volt.

2.      Masukkan larutan KI ke dalam tabung U sampai 1,5 cm dari mulut tabung.

3.      Gantungkan tabung U pada statip. Kemudian, Celupkan kedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung u dan hubungkan elektroda itu dengan sumber arus searah 6 v.

4.      Lakukan kegiatan 2, namun elektroda di rubah menjadi :

a.       Lempeng seng

b.      Lempeng aluminium

c.       Lempeng tembaga

5.      Lakukan kegitan 2, 3, dan 4 pada larutan lainnya yaitu Na2SO4 dan CuSO4.

6.      Catat perubahan yang terjadi  pada tiap-tiap elektroda









Hasil Pengamatan



No.
Rangkaian Sel
Pengamatan
1.
Elektolisis larutan Na2SO4 dengan elektroda grafit (Seng, aluminium, tembaga, karbon)
Reaksi
a.      Anode : 2H2O(l) àO2(g) + 4H+(aq) + 4e-
b.     Katode :
2H2O(l)  + 2e- à H2(g) + 2OH-(aq)
c.      Reaksi sel :
6H2O(l)  à 2 H2(g) + O2(g) + 4H+(aq) + 4OH-(aq)

Elektroda seng :
Katode terjadi : gelembung gas sangant banyak awalnya hanya di sekitar elektrode namun semakin lama semakin menyeluruh (merata ke seluruh bagian larutan) bahkan muncul asap seperti mendidih.
Anode terjadi : tidak bergelembung (tidak ada perubahan)
Elektrode tembaga :
Katode terjadi : gelembung gas banyak di sekitar elektrode hingga tampak berasap atau mendidih.
Anode terjadi : (a). gelembung sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada di sekitar elektrode. (b). Pada ujung alumiun muncur warna kuning yang sedikit menyebar disekitar elektrode.
2.
Elektrolisis larutan KI dengan elektroda grafit
Reaksi
a.      Anode : 2 I- + 2e- → I2
b.    Katode : 2 H2O + 2 e- → 2 OH- + H2
c.      Reaksi sel : 2 H2O → I2 + 2 OH- + H2
Elektroda seng :
Katode terjadi : gelembung gas sangat banyak awalnya hanya di sekitar elektrode namun semakin lama semakin menyeluruh (merata ke seluruh bagian larutan) bahkan muncul asap seperti mendidih.
Anode terjadi : perubahan warna pada seng terlihat sedikit kehitaman dan terbentuk endapat putih yang menyebar pada larutan KI.
Elektrode karbon :
Katode terjadi : gelembung sangat sedikit disekitar elketroda.
Anode terjadi : (a). gelembung sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada di sekitar elketrode. (b). Pada ujung tembaga berwarna hitam.
Elektroda aluminium :
Katode terjadi : gelembung banyak disekitar elektroda, berasap seperti mendidih, dan warna berubah menjadi hitam.
Anode terjadi : perubahan warna menjadi kuning.
3.
Elektolisis larutan CuSO4 dengan elektroda grafit (Seng, aluminium, tembaga, karbon)
Reaksi
a.      Katode: 2Cu2+ + 2e-Cu2
b.    Anode: 2 H2O → 4H+  + O2 + 4 e-
c.     Reaksi sel :  2Cu 2+ + 2H2O à 4H+ + 2Cu + O2
Elektroda seng :
Katode terjadi : gelembung gas banyak disekitar eletrode dan pada lengkungan tabung U terjadi endapan berwarna cokelat kemerah-merahan hampir ke hitam pada ujung elektrode.
Anode terjadi : gelembung gas lebih banyak dari di katode pada ujung lektrode dan lengkungan tabung U dan terdapat endapan berwarna cokelat kemerah-merahan hampir ke hitam pada ujung elektrode yang lebih banyak daripada di katode.
Elektrode karbon :
Katode terjadi : gelembung sedikit pada ujung elektrode dan lengkungan tabung U dan tidak ada endapan.
Anode terjadi : (a). gelembung banyak pada ujung elektrode dan lengkungan tabung U dan tiadk terbentuk endapan.
Elektroda aluminium :
Katode terjadi : gelembung tidak terlalu banyak (sedang) dan terbentuk endapan sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada.
Anode terjadi : gelembung banyak pada ujung elektrode dan terbentuk endapan yang sangat sedikit.
Elektrode tembaga :
Katode terjadi : terdapat banyak gelembung dan perubahan warna yang lebih lambat dariapada dianaode.
Anode terjadi : perubahan warna lebih ceoat daripada dikatode dan gelung gas hanya sedikit.

Kesimpulan

1.      Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda (reduksi) dan reaksi anoda (oksidasi).

2.      Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektrolisis larutan elektrolit dan elektrolisis leburan elektrolit.

3.      Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektroda inert dan elektroda selain inert.
sumber : http://airuma-airuma.blogspot.com/2012/03/percobaan-elektrokimia-sel-elektrolisis.html